Tampilkan postingan dengan label CUMa Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CUMa Info. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Agustus 2009

Senioritas, Masih layak kah?

Apa yang ada di benakmu tentang Ospek, Kawan? Pastilah di otakmu hanya ada satu kata "penyiksaan".
Sebenarnya, ospek bukanlah hal yang menakutkan, hal yang sama sekali tidak berhubungan dengan penyiksaan dan pembentakan. Seharusnya ospek menjadi hal yang menyenangkan. Tapi sayang, Kawan, sistem ospek seperti yang kita impikan hanyalah ada di negeri dongeng, di negeri 1000 mimpi. tidak untuk kenyataannya.
Ospek adalah ajang pembuktian bagi para senior agar mereka terlihat hebat, terlihat garang dan terlihat berwibawa. Memprihatinkan memang, mereka adalah mahasiswa berpendidikan, mahasiswa yang mengerti tentang cara mendidik manusia yang baik. Lalu, tapi mengapa mereka masih melakukan hal konyol sekaligus bodoh seperti itu?

Pagi-pagi mereka sudah berdiri di depan pintu gerbang kampus. Bagus. Disiplin. Tapi demi tujuan apakah mereka berdiri di sana? Hanya untuk memamerkan teriakan mereka untuk mahasiswa baru. "Cepat! Cepat!" Mereka berteriak tak kenal lelah, padahal Kau tahu sendiri Kawan, mahasiswa baru tak ada yang berani menolaknya. Berkejar-kejaran, berlari-larian, bahkan berjatuh-jatuhan. Mereka tak berperasaan. Mengapa mereka harus melakukan hal sedemikian? Tidak semua orang suka dibentak, tak semua orang suka diperlakukan secara keras. Layaknya pegas, jika semakin ditarik maka pegas itu juga akan semakin keras, tak terlenturkan. sama seperti manusia. ada manusia yang tipe seperti itu. Kejadian itu masih bisa ditolerir. Karena kita semua diburu waktu.

Tapi Kawan kau tahu? ketika jam hampir selesai. saatnya evaluasi. Senior-senior itu berdiri di depan mahasiswa baru. berorasi lantang. seolah mereka paling benar. Ingin berunjuk gigi, jika mereka paling sempurna waktu itu. Mencari-cari kesalahan yang sebenarnya tak penting dipermasalahkan. Terlambat, Rambut, Kunciran, Handphone, Buku Tugas, gaduh, rokok, itulah masalah kecil yang sungguh dianggap besar oleh mereka. Lalu, mereka secara bergantian memaki mahasiswa baru, bahkan kalimat semi-kasar pun terlontar. Mana janji mereka untuk menghapuskan kekerasan verbal?? Omong kosong!!!! Satu persatu mereka melemparkan buku tugas di hadapannya. melemparkannya bak sampah yang tak berarti. (Buku Tugas dibuat oleh maba untuk prasyarat mengikuti ospek). Bahkan sempat ada seorang senior yang menyepak dan menginjak buku-buku itu. Jika sudah demikian, masih layak kah mereka disebut sebagai civitas academica?

Ketika ospek hari kedua, semua maba wajib mengumpulkan kesan dan pesan ospek hari pertama, lalu ada seorang maba yang mengkritik kelakuan semua seniornya tersebut. Apa yang terjadi kawan? Senior-senior itu tak terima, tanpa ampun mereka menyilang tulisan itu dengan sebuah footnote, "Mikir dulu Kalau mau nulis!!!!". Maba itu hanya tersenyum perih, karena sudah membayangkan kemungkinan yang terburuk sekali pun.

Lihatlah kawan, mereka masih enggan untuk menerima kritikan, masih menutup diri untuk dinilai oleh orang lain, apakah itu yang disebut sebagai generasi bangsa? Generasi yang telah lebih dulu mengecap pendidikan tinggi?
Lalu, dimanakah kalimat-kalimat mereka yang sering mengkritik pemerintah, "Tegakkan demokrasi!!!", sementara mereka sendiri masih terlalu sulit untuk menumbuhkan rasa demokrasi di dalam diri mereka sendiri.

Lantas Kawan, Masihkah tradisi ini dilanjutkan? Karena tidak semua yang dilanjutkan itu baik. **

Kamis, 11 Desember 2008

KEpala Desa Baru....!!!

Aku tak tahu apa yang ingin aku katakan di sini. Karena saat ini bingung, pusing, frustasi, stress, depresi.... huh...!!!
Tapi yang penting, hari Minggu besok tanggal 14 Desember 2008... di desaku tercinta akan diadakan pemilihan kepala desa! Calonnya sich ada 4 orang... 1 pajabat lama, trus yang 3 calon baru... nggak ngaruh juga sich... siapa aja yang jadi kepala desa juga nggak bisa membuatku seneng! soalnya... nggak ada yang bisa menempel di hati! he he he

oh.. ya... secara calonnya kan ada empat orang, sebagai nomor urut kan pastinya diundi, trus yang dapat nomor urut dua namanya "Muhadi", nomor urut 3 "Anang Amrullah" (ini kepala desa lama), and yang keempat "Janji...." nggak tahu terusannya... loh kok cuma 3? iya... soalnya yang nomor urut satu, nggak pernah tahu orangnya gimana! karena selama masa kampanye bebas... foto, atau balihonya nggak pernah kelihatan... yang kelihatan cuma nomor urut 2, 3, dan 4! who and where is number 1? I dun noe!
ehm... jangan-jangan ini bagian dari taktik politik juga ya? soalnya kan membuat orang penasaran... jadi entar waktu pemilihan orang-orang pada penasaran, trus dicoblos deh tuh orang! tapi tak tahu juga... jangan-jangan nggak pasang foto dan baliho di setiap jalan gara-gara nggak punya biaya... he he he....
tapi aku juga nggak tahu mau milih yang mana! entar milihnya sambil merem ajah! soalnya sekarang nggak ada bedanya antara milih lurah, caleg dprd, parpol, gubernur, bupati, sampai presiden... paling-paling setelah terpilih juga seperti biasa... lupa lautan... eh salah ding lupa daratan...!!!!
yah... sebagai generasi muda yang baik, harusnya bisa memilih sesuai hati nurani, tapi gimana bisa milih sesuai dengan hati nurani lha wong calonnya aja nggak punya hati nurani....!!!

Kamis, 27 November 2008

Alhamdulillah........ (^_^)V

Saya mau posting ucapan syukur dari hari Selasa kemarin belum sempet… soalnya pulang skul udah jam setengah enam, terus mandi, sholat magrib, makan malam, berbaring sebentar, sholat isya’, dan apa yang terjadi selanjutnya? Yupz… pergi menyeberangi pulau kapuk! Alias…. Tiduuuuuurrrr!!! Nggak sempet posting apalagi ke warnet.
Jadi ceritanya gini, Bulan Oktober 2008 kemarin GagasMedia mengadakan sayembara cerita guru, dengan judul ‘Yang akan Ku kenang seumur hidup!’… wah… saya iseng-iseng ikut, padahal awalnya saya nggak ikut loh, ternyata dateline nya yang semula 10 Oktober 2008 diundur jadi 17 Oktober 2008. dengan kilat dan cepat, saya menyelesaikan karangan itu, Cuma 3 jam! Kemudian saya mengirimkannya lewat email. Dengan judul karya “Mama is My Mom” yah… pokoknya intinya menceritakan jika ‘Mama’ Titin, guru Bahasa Inggrisku bukan sekedar guru melainkan juga ibu bagiku. (cerita lengkapnya bisa dilihat saat bukunya udah terbit…  )
Setelah satu bulan lebih seminggu, atau tepatnya 25 November 2008 (Teacher’s Day) GagasMedia mengumumkan hasil lomba ini. Dalam hal ini, pemenang diambil 25 orang, dengan hadiah masing-masing pemenang, uang tunai Rp. 250.000, paket buku seharga Rp. 200.000, 25 karya pemenang akan dibukukan dan diterbitkan oleh GagasMedia, dan masing-masing pemenang mendapatkan 2 buah nomor lepas dari buku tersebut. Wuah… keren nggak hadiahnya?
And the result is….. I win this competition! Thanks a lot God! Tak pernah menyangkan jika akan menang dalam lomba kali ini, secara GagasMedia tuh penerbit nasional, dan lombanya juga seantero Indonesia…. Baru kali ini saya menang lomba yang sedikit membanggakan…. He he he he…..
Ada 25 pemenang termasuk juga saya… (di bawah akan saya copy-kan pengumumannya dan akan saya lingkari nama saya…. He he he … narsis!)
Tapi, saya nggak sendirian loh… teman saya yang dari SMA Negeri Mojoagung juga berhasil masuk dalam jajaran pemenang loh…. Dia adalah Ariny Rahmawaty… thanks juga pada dia, karena dia yang memberitahu saya bahwa dateline-nya diundur! Makasih banyak yah… matursuwun sanget nggih…. Thanks a lot of everything…. Gracias…. Syukron katsiron…. Xie xie…. And so on lah!
Oh… ya… dalam postingan kali ini saya ingin mengucapkan terimakasih saya pada semua jasa dan dukungan yang telah membantu saya, yang pertama tentu saja pada Allah swt yang selalu memberikan apa yang saya butuhkan dan tak pernah berhenti mengasihi saya dengan limpahan rahmat dan karunia-Nya. Kedua, pada kedua orang tua saya yang telah berkenan membesarkan saya dengan penuh cinta meskipun setiap hari saya selalu membuat ulah, namun Mereka tak pernah mengeluh. Ketiga pada GagasMedia yang sudah bersedia memenangkan karya saya, jujur, saya tak tahu di mana sisi menarik dari karya saya…. Maklum saya masih punya sedikit jam terbang untuk dunia tulis menulis… sampai di rumah, saya langsung membuka lagi karya saya, namun lagi-lagi saya masih merasa jika karya saya hanyalah sebuah coretan-coretan wanita biasa, yang mungkin tak berarti dan tak memiliki makna, tapi saya sudah sangat berterimakasih pada GagasMedia beserta semua cubicle editor dan semua dewan juri serta crew-crew dari GagasMedia, Thanks U all! Yang keempat tentu saja kepada Mama Titin yang sudah bersedia saya tulis (meskipun awalnya tak ada izin resmi, hanya kemarin pagi saya baru saja menyampaikan jika saya menang lomba ini! He he he!) maaf juga sama Mama Titin jika ada kata-kata yang kurang berkenan atau terkesan ditambah atau dikurangi… yang keempat untuk adekku tersayang, yang paling bersemangat jika saya mendapat hadiah, karena akan mendapat pulsa gratis, bakso sepuasnya, dan everything that she wants! Yang kelima adalah Ariny, temenku sekelas yang saling support dalam dunia kepenulisan dan saling belajar, saling diskusi masalah sastra, saling memberi komentar, dan saling, saling lainnya yang masih menyangkut dunia tulis menulis dan sastra.… tentu saja saya yang harus banyak belajar darinya, karena dia udah tingkat master sementara saya dari dulu masih selevel dengan hamster… he he he…
Ehm… segini aja dulu yah… entar kalau saya menang sayembara lagi, pasti deh posting yang lebih banyak… :-p

Oh... ya... nih blog-nya kandangagas yang udah saya copy... ;p

Pemenang Sayembara Penulisan Untuk Guru

Terima kasih kepada semua yang sudah mengirimkan karyanya :)

Di antara banyak karya yang terkirim, karya-karya yang menyandang predikat pemenang adalah sebagai berikut:

1. Pak To, Sang Guru
Karya Jumali
SMAN 3 Unggulan Kab. Oki, Sumsel

2. Watashiwa To Sensei; Guruku, Sahabatku
Karya Jumali
SMAN 3 Unggulan Kab. Oki, Sumsel

3. Terima Kasih Bu Yun
Karya Bella Adisty Ira Pratiwi
SMPN 20, Malang

4. Jurus Maut Hidupku dari Seorang Paruh Baya
Karya Fina Ghoisi Ardillah
SMAN 9 Malang

5. Kenapa Harus Bohong, Bu?
Karya Dzulhida Purnama
SMAN 1 Marabahan, Kalsel

6. Guru Manjaku, Bidadariku
Karya Syukron Niam
SMP Smart Ekselensia Indonesia, Bogor

7. Seperti Ilmu Padi
Karya Ratri Dwifajar Purwani
SMA Bakti Mulya 400 Tangearang

8. Mr. M
Karya Tia Rizkina Anggraeni
SMAN 3 Jambi

9. Boringness makes me love
Karya Eka Jatiningsih
SMK Telkom Sandhy Putra Jakarta

10. Guruku Yang Baik
Karya Yuni Uswatun Khasanah
SMAN 1 Bantul

11. Pak Sabar Guru yang Sabar
Karya Nanda Fildza
SMA Institut Indonesia, Semarang

12. Dia Yang Tlah Pergi
Karya Herisma Yanti
SMA Islam Nurul Fikri Boarding, Pekanbaru

13. Aku Ditakdirkan Bertemu Guruku
Karya Marcella Benita Wiyana
SMAK 5 BPK Penabur

14. The Best Rain on My world
Karya Ariny Rahmawati
SMA Negeri Mojoagung

15. Mama is My Mom
Karya Fitria Sis Nariswari
SMA Negeri Mojoagung


16. Seperti apa sih Guru Baik itu
Karya Dina Sagita Hartono
SMP Katolik Santa Maria 1, Malang

17. Pak Tigor yang Kujahili
Karya Chyntia Dewi Gunawan
SMA Santa Angele Bandung

18. Pagelaran Seni Martyr DX
Karya Dita Oktamaya
SMAN 46 Jakarta

19. Guruku Sukaharta
Karya Sora Riyanti
SMAN 3 Denpasar

20. Tentang Guruku
Karya Sekar Dewantari
SMP Islam Dian Didaktika, Jakarta

21. Guruku ibu Thres
Karya Cynthia Novelia
SMP Cendana Pekanbaru

22. Pahlawan Super tanpa kekuatannya
Karya Miftah Afif Mahmuda
SMA Muhamadiyah 1 Gresik

23. Thank You Mrs. Ria
Karya Riris Vita Al Fiah
SMA 1 NU Gresik

24. Kepada Yang Terhormat, Guruku
Karya Aril Andika Virgiawan
SMAN 3 Malang

25. Pegal Pinggangku Demi Dirimu
Karya Iyas Abdurrahman
SMP Smart Ekselensia Indonesia


Para pemenang berhak mendapatkan uang tunai sebesar Rp250.000 dan paket buku senilai Rp200.000. Hasil karya pemenang akan dibukukan oleh GagasMedia dan masing-masing pemenang akan mendapatkan 2 buah nomor lepas dari buku tersebut. Selamat Ya :)

Nomor pemenang, tidak berdasarkan peringkat
Untuk info lebih lanjut, silahkan hubungi Resita, di 7888 3030 ext 202, atau email ke resita@gagasmedia.net

Salam,
GagasMedia

KoNdisi Kritis

BAru saja saya meliHat vidEo buatan dari Yohanes Surya yaitU Mestakung yang artinya Semesta Mendukung...
Isinya tentang prestasi-pRestasi yang sepertinya tak mungkin tercApai dapat dEngan mudah diraiH jika kita punya 3 rumus dalam hidup kita,yaitU:
1. KoNdisi Kritis
2. Mulai melangkah
3. Belajar tekun

maksudnya, dalam hidup, kita harus menempatkan diri kita dalam koNdisi kritis,coNtohnya pada saAt kita lari biasa tanpa masalah, mungkin loNcAtan kita hanya akan mencApai 1 meter! Namun, pada saAt kita lari dan ada anjing yang mengejar di belakang kita, maka loNcAtan kita akan sangGup mencApai 1.5 atau bAhkan 2 meter!Luar biasa bukan?
BeGitU pun hidup kita, kita akan lebiH mudah mencApai target jika ada masalah kritis yang mengHimpit hidup kita....
Yang keDua adalah mulai melangkah!Kita tidak akan pernah mendaki gunung tanpa langkah awal,jadi hidup hanyalah sebuah langkah untUk mencApai tUjuan...
Dan yang terakHir adalah ketekunan kita untUk mencApai target!Percuma saja kita punya rencana seaBrek...Tapi dalam diri kita tidak tertanam sikap tekun...

Yah...BeGitULah kira-kira apa yang saya dapatkan hari ini. SemOga bermaNfaAt...
(vidEo tadi dipuTar pada saAt jam pelajaran fisika-karena kebetULan Yohanes Surya adalah tokoh genius bidang fisika di InDoNesia-)
Thanks to Mr. Ali and Mr. Zul My physichs teaCherS....

Jumat, 21 November 2008

Barack Obama VS Ir. Soekarno






uh... kenapa semua orang mengelu-elukan Barack Obama????
iya sich... emang posting ini agak telat banget.. tapi nggak ngaruh juga sich.... mudah-mudahan masih bermanfaat yah...

fakta:
Barack Obama menjadi presiden Amerika Serikat ke-44 pada tahun 2008 - 2012 pada usia 47 tahun!
fakta:
Ir. Soekarno menjadi presiden Indonesia pertama pada tahun 1945 - 1966 pada usia 44 tahun!

opini:
setelah kemunculan Barack Obama di permukaan, maka orang Indonesia sepertinya telah mendapatkan kiblat untuk para pemimpin muda... uh...!! banyak capres sampai cakades yang menamakan dirinya para pemimpin muda... seakan-akan Obama adalah trendsetter-nya...
kenapa trend pemimpin muda baru muncul setelah Barack Obama muncul??? atau mungkin orang=orang Indonesia sudah dipengaruhi pendapat jika Amerika itu hebat? atau mungkin ajah mereka belum tahu jika Indonesia jauh lebih hebat dari Amerika!
lihat fakta di atas kan?
Ir. Soekarno telah terbukti bisa memimpin bangsa Indonesia dalam usia yang 3 tahun lebih muda dari Obama yang saat itu benar-benar terpuruk akibat penjajahan Belanda dan kawan-kawan. Beliau mampu membawa Indonesia ke dunia yang luas dan mempromosikannya menjadi suatu negara hebat, adikuasa, dan tentu saja kuat! meskipun dalam kenyataannya Indonesia belum seperfect itu...
uh... Pak KArno, saya ingin bertemu dengan Bapak!
sementara Barack Obama? belum teruji kehebatannya menjadi presiden! yah... mudah-mudahan saja Obama sehebat Soekarno.... meski Ir. Soekarno tak bisa terkalahkan oleh siapa pun! walau 1000 Obama sekali pun!
kenapa tidak sedari dulu aja muncul trend pemimpin muda? kenapa harus sekarang? Kalau sekarang baru muncul trend ini maka tak elak kita (seperti biasa) disebut-sebut 'hanya bisa menyontoh tanpa berkarya!' .... sakit sekali rasanya...!!
ups... hampir lupa fakta satu lagi.... Obama kan pernah tinggal di Indonesia! wow... jarang-jarang ada presiden negara 'sehebat' USA punya presiden kulit hitam yang pernah tinggal di Indonesia... tapi apa hanya gara-gara Obama tinggal di Indonesia yang hanya sekitar 3 tahun saja, kemudian kita harus mengikuti jejaknya? menjadi pemimpin muda hanya karena trend? jangan ah... malu!

Kamis, 20 November 2008

Narsis Nggak SicH...???

Detik yang berganti menit kemudian jam lalu hari, minggu, bulan dan akhirnya hingga menjadi tahun, maka selama itu pula lah saya selalu dipanggil dengan ‘cewek narsis’…. Apa sich yang menyebabkan saya dipanggil itu? Entahlah… mungkin saya suka foto…!! Aneh…! Ato mungkin ada penyebab lain. Tahulah!!
Saya sich oke-oke aja dipanggil narsis… tapi sekarang saya nggak akan mengungkapkan sisi kenarsisan saya yang lain. (malu tau!) he he he (“_”) \/, kali ini saya ingin mengungkap fenomena kenarsisan setiap orang ternyata sangat begitu besar sekali. Jadi intinya setiap orang punya sisi narsis yang luar biasa hebatnya. Meskipun, tuh anak super pendiem, misalnya.

Kalo menurut saya, ini murni menurut saya loh…!!! Ini saya ambil dari pengamatan diam-diam saya terhadap teman-teman terdekat saya… he…he…he (caranya selalu mengintai diam-diam hal-hal umum yang tak pernah terpikirkan!)
Tapi kalo yang merasa saya rugikan dalam pengamatan ini saya mohon maaf yang sebesar-besarnya yach…!!! Di sini nggak bakal saya sebutkan kok nama-namanya!
Awal pengamatan saya ini, sumpah!!! tak ada unsur kesengajaan… eh…kok lama-lama saya bisa belajar menjadi detektif, ya sudah saya teruskan.
Pertama, setiap hari saya selalu pinjam hape teman saya satu persatu… alasannya sich Cuma mo lihat fiturnya aja… tapi dasar emang sengaja… setelah lihat fitur saya merambah ke galeri… tentu saja foto. Oh my ghost!!! Ternyata banyak banget foto diri dengan berbagai pose yang orang lain nggak bakalan mengira, ini nggak sekedar satu objek saja loh… ada beberapa objek yang saya bongkar galeri fotonya.
Kedua, berhubung tangan saya udah keenakan pegang tombol hape, dari galeri saya meloncat ke message, yang pertama inbox dulu, kedua sent items, trus drafts dan yang terakhir folder pribadinya. Fenomenanya Nggak jauh berbeda ketika saya membuka galeri foto. Dalam kesatuan message tersebut, ternyata kebanyakan orang membicarakan dirinya sendiri kepada lawan smsnya. Baik itu hanya sekedar mengeluh, curhat, nggosip, bahkan minta pulsa. Samplenya ini bahkan mungkin mencapai message temen satu kelas. He he he !!! dan saya pernah memecahkan rekor membaca 225 inbox dalam sekejap, soalnya keburu yang punya hape ngamuk!!
Ketiga, kalo fiturnya hape lengkap biasanya dilengkapi dengan rekaman suara, kalo ada itu saya pasti akan membukanya, hasilnya nggak bakalan jauh berbeda dengan galeri maupun message. Yang ada rekaman suara sendiri!!
Keempat, setelah hape… saya merambah ke flashdisk. Meskipun saya udah punya flashdisk, tapi saya sering pinjem flashdisk teman-teman saya. Setelah ini saya buka, saya selalu dengan cepat mengambil data-data yang sekiranya mendukung. Misalnya, foto, puisi, bahkan cerpen. Ternyata mereka lebih bisa leluasa berekspresi dalam flashdisk (secara kapasitas flashdisk lebih besar dari hape)….
Nah, temen-temen di atas adalah sekelumit pengamatan saya terhadap apa yang saya dengar, lihat dan rasakan. Boleh percaya ato nggak! Tapi, pengamatan saya bisa saya simpulkan bahwa setiap orang punya sisi kenarsisan yang sangat tinggi, umumnya orang akan lebih senang mengungkap hal-hal mengenai dirinya daripada mendengarkan tentang orang lain! (termasuk saya juga se…!! he he he !)… maka dari itu, nggak usah deh! Ngomong ke orang, “eh kok lu narsis banget sich?” aduh… kalo sampai ngomong gitu! Jadinya gubrak deh!! Mendingan ngaca aja deh! Sebenernya kita sendiri itu jauh labih narsis daripada orang lain. So…. Jangan bilang narsis ke orang, karena kita punya kadar narsis yang lebih akut!

ehm... Watermelon?

Buah yang ditemukan di Mesir sekitar 5.000 tahun sebelum Masehi ini nggak cuma terlihat segar tetapi juga menyehakan badan. Nggak percaya…?


Makan Semangka bisa bikin….
 Program diet sukses, coz ini bebas lemak, kadar gula rendah, dan kadar air berlimpah.
 Tekanan darah, so bagus untuk penderita tekanan darah tinggi.
 Jantung sehat, dengan mempergiat kerja jantung.
 Banyak mengandung vitamin C.
 Suhu tubuh menurun kalau lagi demam.
 Memperlancar sirkulasi dalam tubuh.
 Sariawan sembuh.
 Mengandung vitamin B untuk memproduksi energi.
 Tubuh bebas dehidrasi. Kadar air dalam semangka tinggi




Watermelon Tips

How to select?
Pilih semangka yang nggak terlalu keras, nggak lembek, bundarnya simetris, bebas retak, bopeng dan noda. Semangka yang bagus, bisa terlihat dari kulitnya yang hijau segar, batang yang kering dan berat yang pas untuk diangkat dengan tangan kanan.

How to store?
Saat dipilih, semangka nggak bisa langsung matang dengan sendirinya. Kalau masih mentah, taruh di dalam paper bag dan simpan di tempat yang sejuk. Diamkan beberapa waktu, jangan lebih dari dua minggu. Lalu cuci dengan sabun sebelum dipotong. Kalau belum mau dimakan taruh potongan semangka di dalam plastik dan taruh dalam kulkas.

Jumat, 17 Oktober 2008

Sekelumit tentang Laskar Pelangi

Setiap kali saya mampir ke blognya orang, semuanya pasti membicarakan Laskar Pelangi. Entahlah… pelet cap apa yang digunakan Andrea Hirata untuk menyihir semua pembaca. (termasuk juga saya). Nggak usah saya ceritakan jalan ceritanya pun semuanya udah pada tahu… iya kan? Saya mau cerita tentang sisi lain aja yah dari LP ini.Saya tahu ada novel LP itu dari teman saya, waktu itu masih boming-bomingnya ayat-ayat cinta. Saya penasaran, akhirnya saya melihat-lihat di gramedia. Saya pikir hanya satu novel, eh… nggak tahunya ada 3 novel! Oh my God!! Waktu itu nggak jadi beli, soalnya mahal!Akhirnya setelah menanti selama berbulan-bulan, saya bisa beli ketiga novel tersebut. Tak usah menunggu beberapa lama, saya langsung melahap ini dalam waktu singkat.Saya bisa menangis sesenggukan, tertawa terpingkal, geram, penasaran, dsb saat membaca novel-novel itu. Eh… nggak tahunya setelah agak lama saya membaca, ternyata Andrea muncul di acara Kick Andy, tapi sayang waktu itu saya nggak lihat! Soalnya nggak tahu.Yach… sekarang bukan novel lagi yang hangat dibicarakan tapi filmnya.Yang saya mau kupas, tentang suatu “kebetulan” yang mungkin tak pernah terbesit atau memang sengaja? Saya nggak tahu. Tentang segala sesuatunya yang ada di film. Nyadar nggak sich? Kalo kebanyakan yang terlibat di Laskar Pelangi the movie adalah orang-orang yang berambut ikal? Contohnya, Andrea Hirata, Fanny (pemeran Ikal di Film LP), Riri Riza, Mira Lesmana, trus yang paling mencolok adalah penyanyi soundtracknya yaitu Nidji! Nidji yang notabene terkenal dengan band ikal! He he he he….!!!Ehm… satu lagi! Kecenderungan orang Indonesia yang semi plagiat, setiap kali ada genre novel atau film yang boming pastinya semuanya pada tiru-tiru nggak jelas gitu. Contohnya aja dulu waktu novel dan film ayat-ayat cinta boming, semua novel banyak banget yang bertemakan islami, bahkan dengan desain cover dan judul yang hampir sama. Sekarang kejadian itu terulang lagi, di pasaran sudah banyak sekali novel dengan judul belakangnya di bubuhkan kata “pelangi” bahkan ada desain cover yang sama persis, dan juga tak jarang yang memakai font yang sama persis!! Ini mungkin tidak begitu merugikan bagi penulisnya, karena pembaca yang cinta akan buku tersebut akan selektif dan memilih buku yang benar. Tapi yang menjadi masalah, misalnya pembelinya adalah orang yang seperti ayah saya, yang pengetahuannya tentang sastra sangat-sangat terbatas sehingga tidak akan pernah peduli mana karya yang benar-benar LP ato ‘cumi’ Cuma Mirip! Pertanyaannya adalah mungkinkah orang seperti itu akan dengan benar dan tepat membeli buku yang menjadi tujuan?Dan yang terakhir mengenai pembajakan! Oh My Ghost!! Nggak usah pake sekolah, kalo yang namanya orang Indonesia pasti sangat mahir di bidang ini! He he he !! yach… semua juga udah pada tahu kalo pembajakan di Indonesia sangat sulit dihentikan, jadi itu bisa dicegah dengan memulai membeli segala sesuatunya yang asli, ye…!!!Sementara itu aja yach… kan udah banyak di blog-blog lain yang kupas tuntas tentang Laskar Pelangi. Mudah-mudahan bermanfaat! Amien…